Posted on

Tidak Sekedar Singgah dan Dapat Gelar

Saya ingin menjadi bagian dari komunitas yang bergaul dengan buku, bahasa, sastra, sejarah, dan arkeologi. Itulah impian saya sejak saya menyadari ketertarikan saya pada sastra, sejarah, dan arkeologi saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya mempertahankan impian saya sampai tiba masa saya menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Saya mempertahankan argumen saya saat berdebat dengan kedua orangtua ketika akan memilih jurusan di perguruan tinggi. Saya menolak bergumul dengan angka, politik, ekonomi, bisnis maupun hukum. Saya tetap pada pendirian saya untuk bergumul dengan bahasa, sastra, sejarah, dan arkeologi. Saya memilih apa yang saya jalani sekarang.

Banyak orang berpendapat bahwa meneruskan pendidikan ke fakultas sastra atau fakultas ilmu pengetahuan budaya tidak memiliki masa depan. Saya menghargai anggapan itu, karena setiap orang bebas mengeluarkan pendapatnya. Saya tidak pernah berpikiran seperti itu. Ada kepuasan dan kesenangan dalam diri ketika melakukan sesuatu yang disenangi. Ada keinginan untuk selalu datang ke kampus untuk memperoleh ilmu, hal, atau apapun yang baru dari hal-hal yang saya senangi.

Saya terus meyakinkan diri saya untuk tetap berusaha keras selama menjalani masa kurang lebih empat tahun di “surga” saya. Ini bukan sekedar tempat singgah seperti di pom bensin jalan tol. Ini juga bukan tempat untuk sekedar memperoleh gelar lalu… selamat tinggal! Bukan, saya tidak berharap seperti itu. Sedikit sekali, tapi sebagian besar diri saya tidak berharap demikian.

Saya berada di gudang orang-orang kreatif. Saya berada di tempat dimana orang bisa menjadi dirinya sendiri, tanpa harus memakai topeng setiap harinya. Saya berada di lingkungan dimana (hampir) tidak jawaban yang zakkelijk. Jawaban atau anggapan yang kita lontarkan bisa dibilang benar jika memang sesuai dengan bukti yang ada.

Saya ingin di sisa waktu saya (kurang lebih dua tahun) di “surga” ini, saya mampu mengukir masa-masa yang indah, yang bisa saya kenang sebagai memori yang cantik di kemudian hari. Saya ingin menjadi orang yang mampu bekerja dengan baik disini. Saya ingin orang mengetahui bahwa saya orang yang memiliki idealisme dan mampu mempertahankannya tanpa ada yang terbebani. Idealisme saya bukanlah idealisme semu.

Saya ingin menjadi yang “berguna” di “surga” saya, kampus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.



About sakinakinoy

A student. A real Aquarian. An androgyny. A part-time language tutor. A dreamer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s