Posted on

Double Surprise

Sejak awal semester 6 ini (kira-kira awal bulan Februari), saya sudah disibukkan dengan kuliah yang semakin berat saja. Sebenarnya jadwal kuliah saya tidak padat, namun bobot setiap mata kuliah dan tugas yang bertubi-tubi itulah yang membuat segalanya terasa berat. Kemudian fakultas mengumumkan pendaftaran untuk pemilihan Mahasiswa Berprestasi FIB UI tahun 2011. Program studi saya menunjuk 10 mahasiswa dengan IPK tertinggi untuk mengikuti ajang tersebut. Tentu saja saya tidak masuk ke dalam daftar. IPK saya jauh dari predikat “tertinggi.” Namun salah satu teman saya (yang ditunjuk untuk mengikuti ajang itu) menyarankan saya untuk ikut juga. Awalnya saya enggan, karena IPK saya hanya 3.23 (persyaratan IPK minimum 3.00). Akhirnya, 4 hari sebelum deadline pengumpulan berkas, saya mengajukan diri untuk ikut. Iseng-iseng berhadiah.

Untuk dapat mengikuti pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) sebenarnya tidak harus memiliki nilai-nilai yang cemerlang. Dengan IPK minimum 3.00, mahasiswa dapat mendaftarkan dirinya untuk mengikuti ajang tersebut. Yang harus dilakukan adalah mengisi formulir pendaftaran, melengkapi berkas-berkas, dan membuat sebuah (makalah) proposal penelitian yang bertemakan pengembangan pariwisata lokal bertaraf internasional berbasis keunggulan lokal dengan tema spesifik yakni kebudayaan Betawi. Saya mengumpulkan berbagai sertifikat dan bukti-bukti kepanitiaan saya yang memang tidak ada. Untunglah dengan koneksi yang cukup luas, saya tidak menemui kesulitan yang berarti. Lalu masalah proposal penelitian. Akhirnya, saya membuat proposal penelitian mengenai pengembangan pariwisata budaya Betawi di Setu Babakan.

SURPRISE!!!! Saya menerima sepucuk surat dari panitia pemilihan Mapres FIB UI 2011 yang menerangkan bahwa saya adalah satu dari 46 orang calon peserta Mapres pada tahap penyisihan. Tahap penjurian pun dimulai. Proses penjurian terdiri atas 3 bidang, yaitu penjurian Makalah, Prestatif, dan Bahasa Inggris. Jujur saja, yang paling sulit menurut saya adalah pada tahap penjurian Makalah. Para peserta ditanyai berbagai macam pertanyaan yang berkaitan dengan makalah yang telah dibuat. Setelah menunggu berjam-jam, diumumkanlah 12 orang yang berhasil masuk ke tahap semifinal.

ANOTHER SURPRISE!!!!! Saya adalah satu dari 12 orang yang berhak mengikuti tahap semifinal!!! Parahnya lagi, nama saya disebut paling akhir dan saya sama sekali tidak menyangka akan masuk ke tahap ini! Padahal saya adalah satu-satunya perwakilan program studi saya yang MENGAJUKAN DIRI untuk mengikuti pemilihan Mapres, bukan DIAJUKAN untuk ikut. Dan yang lebih penting lagi, dari 5 orang mahasiswa program studi saya yang berhasil masuk ke tahap penyisihan, hanya saya yang melaju ke tahap semifinal. Tidak hentinya saya bersyukur kepada Tuhan.

About sakinakinoy

A student. A real Aquarian. An androgyny. A part-time language tutor. A dreamer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s